Monday, September 14, 2009

MEDITASI RADITYA Tanggal 30 Agustus 2009 ; Orang Tua 50 Tahun keatas

WEJANGAN :
SANGHYANG PASUPATI kepada SANGHYANG TAPAK

SANGHYANG TAPAK
Pada saat kesusahan dan bencana Satrio Jajaran tidak usah panik dan ketakutan, karena justru pada saat begini Satrio Jajaran akan ditugaskan untuk membantu masyarakat lain yang terkena bencana tak terkecuali, tapi Satrio Jajaran akan aman sentosa untuk itulah siap mengemban tugas ini.
Sanghyang Tapak tidak pernah menyesatkan justru akan mengembalikan untuk eling kepada Sang Diri yang sesungguhnya juga menjadi kelanjutan dari leluhur dan Sanghyang Suwung.

Kelemahan dari manusia ada pada tapak kaki masing - masing, seandainya kelemahan ini tidak pernah kita sadari maka bencana itu akan datang.
Seandainya sudah eling maka satukanlah tapak tangan kita dengan tapak kaki kemudian pegang kedua telinga karena semuanya datang pertama kali dari hembusan pesan ditelinga, angin - angin kotoran yang datang tersebut biar terbuang dari mulut sembilan (9) kali, rasakan pada dada sebagai simbolis perbuatan yang terkecil seakan -akan menjadi masalah yang besar.
Kuncilah kuat - kuat lubang kecil di telinga kita, buatlah telinga kita peka, peka akan keniskalaan karena Sanghyang Tapak adalah yang menguasai niskala.

Mata buta ; masih punya rasa
Telinga BUta ; mati segala - galanya

Sanghyang Tapak datang oleh Sanghyang Pasupati sebagai utusan dalam bidang Pengobatan. Pengobatan untuk segala jenis penyakit dan kenestapaan manusia didalam hidup ini, khususnya yang tidak mampu menyaring sesuatu dari telinga ( menyengsarakan ) maka itu disuruh menjaga baik - baik.Didalam perjalanan seandainya menemukan atau merasakan sebuah penyakit dan kenestapaan sebut saja Sanghyang Tapak.

Para Satrio Jajaran yang sudah berumur 50 tahun lebih diharapkan lebih bertanggung jawab mengemban usia yang sudah sepantasnya dan bertanggung jawab atas akhir usia nanti ; jasad yang dipinjam begitu bersih harap mengembalikan kepada Sanghyang Suwung juga dalam keadaan bersih tanpa noda, alias kekosongan.....sadarilah!
Usia dijaga agar selalu harum!

Sujudlah pada Ibu Pertiwi dengan tapak tangan tertelungkup!
Berbhaktilah pada Bapa Akasa dengan menengadahkan tangan!


ROMO SEMAR - SANGHYANG ISMOYO

Guncangan Alam sebagai reaksi perjalanan sanghyang Sabdo Palon mengisyaratkan akan betapa pentingnya ingat dan eling pada Sang Diri dengan cara menolong diri sendiri, tidak boleh lupa diri sendiri apalagi sampe menyiksa diri sendiri,

Romo Semar bersabda ; " buka hati lebar - lebar " karena kalau menyembah dan berbhakti sampai lupa pada diri sendiri, Samar berarti terlalu kecil untuk dikenang lebih baik menyanggupi tugas Romo SEMAR SAJA.
KARENA ;
- Roh yang susah diwujudkan, disucikan dengan baik
- Ada pada kehidupan ( Keperkasaan )
- Ada pada pemikiran diluar diri manusia ( pengetahuan sebagai sarana tambahan )

Pernah masuk pada raga ;
- Sabdo Palon ( Noyo Genggong )
- Danghyang Nirartha
- Prabhu Siliwangi
- Bung Karno

PERPUTARAN WAKTU DI BUMI ;

Didalam tubuh manusia juga ada perputaran waktu yaitu ;
- Siang ; Taat
- Malam ; Tekun, kedua ini dinamakan Bhakti, Tahu dan Berjalan itu baik, tapi jangan berjalan sebelum mengetahuinya adalah sia -sia .

No comments:

Post a Comment

Post a Comment